Pages

Saturday, January 22, 2011

Libur yang Berkualitas

setelah dua pekan
aku berpulang
disambut senyumannya
kami melewati waktu bersama
walau tak lama
aku menikmatinya

esok pagi dia menyapaku di depan pintu
dengan senyum yang lebih menawan
hari itu berlabuhlah raga ke tempat kenangan
kenangan yang hanya kumiliki bersamanya

setiap jejak kaki yang dibuat
menceritakan sejarah untuk dikenang di hari depan
lembaran-lembaran kertas bergambar
mencaritakan kisah sederhana ini

kisah yang menghiasi mimpiku semalam
dan membuatku bangun dengan senyum tersungging pagi ini
wahai engkau yang membaca kisah ini
carilah lembaran-lembaran kertas bergambar itu

Monday, January 10, 2011

Setelah Setahun di Malang

16 November 2010

Tepat tanggal di atas, setahun yang lalu, pertama kujejakkan kaki di Malang sebagai staff Master Conrtol Room NDTV. Saat itu pula aku menjadi bagian dari komunitas Malang. Ada tanggungjawab baru ketika menghadapi pekerjaan baru. Ada pula kesempatan untuk hidup dengan komunitas yang baru.

Selama setahun ini aku belajar menempatkan diri dengan sebaik-baiknya dalam satu tim kerja. Menghidupi Firman dalam keseharian yang diisi dengan berbagai warna. Belajar mengenakan pikiran yang semestinya dimiliki oleh setiap orang yang bekerja di mass media. Media yang semestinya tidak hanya menghibur, tapi juga mendidik ke arah yang benar.

Dalam berkomunitas, aku belajar bertanggungjawab untuk pribadi-pribadi yang dipercayakan Tuhan. Walau tak sebaik yang diharapkan, tapi tiap proses yang ada membentukku untuk semakin menjadi pembelajar. Tiap kali teringat akan mereka, doa terucap dari hatiku. Tiap kulihat mereka jatuh dan terluka, kucoba untuk datang dan membersihkan lukanya, walau pasti sakit saat dibersihkan. Aku hanya ingin mereka tahu kalau rasa sakit itu tak akan lama. Dan aku tak pernah ingin mereka merasakannya, seandainya saja mereka lebih berhati-hati untuk tidak jatuh.

Terlalu banyak hal yang kupelajari, yang tak dapat dituangkan satu persatu dalam satu judul tulisan. Namun aku berharap apa yang tertulis disini membuat setiap orang yang membacanya teringat untuk kembali kepada panggilan yang esensial dalam pekerjaan, yaitu mencintai pekerjaan kita dan tetap berpegang pada nilai-nilai kebenaran walau harus melawan arus. Jagalah kepercayaan yang sudah diberikan pada kita. Besi menajamkan besi, manusia menajamkan sesamanya.