Pages

Friday, October 11, 2013

Tentang Dia

Hidupku bukanlah tentang aku. Segala yang terjadi sejak hari kelahiranku bukan tentang aku, bukan demi aku, dan bukan untuk aku. Hidupku juga bukan tentang mereka, orang-orang yang kucintai. Walau butuh waktu yang tak singkat untuk memahaminya, aku bahagia bahwa aku telah menyadarinya sekarang.

Mungkin akan ada orang-orang yang tak sependapat tentang hal ini. Namun, aku tidak tertarik untuk memperdebatkannya. Kesadaranku tidak berarti bahwa aku menganggap diri sendiri atau orang-orang yang kucintai tidak berharga dalam hidupku. Ini adalah tentang siapa/apa yang terutama dalam hidupku. Saat yang terutama tetap tinggal, tak masalah jika hal lain yang berharga diambil dariku. Yang terutama berbicara tentang yang paling penting, dan sangat logis jika aku berharap yang terutama ini adalah yang sempurna. Kenyataannya demikianlah adanya. Yang terutama adalah yang sempurna.

Hanya yang sempurna yang mampu menjadikan yang tidak sempurna (cacat) seperti diriku menjadi sempurna. Itu sebabnya aku bahagia. Karena penyempurnaan itu melibatkan proses yang unik. Tak satupun sama persis antara manusia satu dengan lainnya.

Hidupku adalah tentang Dia. Sejak semula sebelum dijadikan dan terlahir ke dunia, Dia telah merancangkan apa yang baik dalam hidupku. Dia telah meletakkan tujuan yang baik untuk kulakukan selama hidupku di dunia. Yang ku inginkan bukanlah supaya Dia menyetujui apa yang ku rencanakan, tapi untuk mengetahui dan melakukan apa yang Dia rencanakan untuk kulakukan. Menyelesaikan rencana-Nya, hingga saatnya tiba Dia membawaku pulang, dan berkata, "sudah selesai". Ya, pulang. Karena rumahku bukan di dunia yang sekarang ini.

Kini aku berkata:
Hidupku adalah tentang-Mu. Seluruh peristiwa yang kualami adalah tentang-Mu. Sesungguhnya kadang aku merasa malu dan hina karena ketidaksempurnaan, cela, cacat, noda, dan kebobrokanku. Namun Kau memandangku dan mengangkatku dari keterpurukan. Kau membersihkanku dan menyadarkan siapa aku sebenarnya. Kau membawaku pada keluarga kerajaan-Mu dan menjadikanku bagian di dalamnya. Kau yang sempurna telah melakukan yang terbaik untukku. Kini, aku yang sedang Kau sempurnakan, akan selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk-Mu, karena aku cinta Kau lebih dari apapun.

0 comments: